Seorang Guru Honorer di SDN 02 Cikini Diduga Suruh Siswanya Pegangi Alat Vitalnya

RMOL. Seorang guru honorer di SDN 02 Cikini, Jakarta Pusat, diduga melecehkan beberapa muridnya secara seksual dengan menyuruh korban untuk memegangi alat vitalnya yang menegang. Guru berizial Z itu dilaporkan pengelola sekolah ke Suku Dinas Pendidikan Jakarta Pusat dan kepolisian setempat, karena dia meresahkan dan membahayakan masa depan murid di sekolah itu.


Pelecehan seksual tersebut dibenarkan Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Pusat, Sujadiono saat dikonfirmasi INDOPOS-- kelompok usaha media RMOLJakarta, kemarin (31/01).

"Kepala sekolah sudah memanggil yang bersangkutan. Dan yang bersangkutan mengakuinya."

Berdasarkan informasi yang dihimpun INDOPOS, pelecehan seksual itu berlangsung ketika jam istirahat pelajaran olahraga. Ketika itu, guru Z memanggil salah satu siswa untuk menemaninya. Tapi kemudian dia meminta siswanya itu memegangi alat vitalnya dengan alasan sebagai rasa sayang. Dia kembali mengulangi pelecehan seksual itu di dalam kelas dengan murid yang berbeda.

"Per 1 Februari, guru yang bermasalah sudah dipecat," kata Sudjiono.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Metro Jakarta Pusat, Ajun Komisari Besar Siswo Wiyono membenarkan tentang laporan mengenai pelecehan oleh Z, namun dia belum memeriksanya.

Katanya, jika Z terbukti melecehkan siswanya secara seksual, dia bisa dijerat pasal 290 ke 3 E Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) mengenai pelecehan seksual. [xta]