Sepak Terjangnya Tak Diragukan, Bahtiar Dinilai Mumpuni jadi Pj Gubernur DKI

Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Bahtiar/Ist
Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Bahtiar/Ist

DPRD DKI Jakarta telah resmi menyetorkan nama calon Penjabat (Pj) Gubernur DKI kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).


Dari nama-nama tersebut, nama Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Bahtiar rupanya dinilai sejumlah pihak menjadi calon terkuat yang berpeluang memimpin ibu kota usai Gubernur DKI Anies Baswedan habis masa jabatannya pada 16 Oktober 2022.

Menurut Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino, sepak terjang Bahtiar dalam roda pemerintahan sudah tak diragukan lagi.

Bahkan, pada September 2020 lalu, ditunjuk sebagai Penjabat Sementara Gubernur Kepulauan Riau, menggantikan Isdianto yang kala itu cuti mengikuti Pilkada 2020. 

"Pengalaman beliau sebagai Pj di Kepri," kata Wibi saat berbincang dengan Kantor Berita RMOLJakarta, Selasa (27/9).

Banyak pihak juga menilai Bahtiar mempunyai sikap netral dan berhasil menginisiasi program-program kebangsaan. Dengan demikian sosoknya dapat diharapkan dapat mengemban amanah Pemerintah pusat dan dapat diterima semua pihak.

Wibi Andrino melanjutkan, Partai NasDem menyerahkan sepenuhnya penunjukkan Penjabat Gubernur DKI Jakarta di tangan Presiden Joko Widodo.

"Kami percaya siapa yang dipilih (Presiden) pasti sosok mumpuni," pungkasnya.

Bahtiar yang lahir di Bone 16 Januari 1973 pernah mengemban jabatan strategis. Di antaranya Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri dan Kasubdit Ormas Ditjen Polpum Kemendagri.

Bahtiar juga terlibat aktif merumuskan berbagai regulasi yang terkait pilkada dan pemilu 2019 saat menjadi Direktur Politik Dalam Negeri.[]