Sepuluh Hari Operasi, Sudin Nakertrans Jaksel Sanksi 38 Perusahaan

Salah satu kantor yang disanksi penghentian sementara akibat melanggar prokes/Kominfotik Jaksel
Salah satu kantor yang disanksi penghentian sementara akibat melanggar prokes/Kominfotik Jaksel

Sudin Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Jakarta Selatan melakukan sidak ke perusahaan dalam masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) atau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat.


Sudin Naketrans telah menyidak 50 perusahaan mulai dari tanggal 11 sampai 20 Januari 2021.

"Sidak pada perusahaan kami lakukan dalam rangka pengecekan akan kepatuhan aturan yang ditetapkan pemerintah perihal COVID-19," ujar Kasudin Naketrans Jaksel Sudrajat, Kamis (21/1).

Point utama dalam kegiatan sidak adalah melakukan pengecekan jumlah karyawan yang bekerja, yaitu 25 persen.

Sesudah itu, melihat pengaturan jarak duduk antar karyawan, penerapan protokol kesehatan (prokes) dan sebagainya.

Hasilnya, dari 50 perusahaan yang disidak dalam periode itu, ada sebanyak 38 perusahaan masih melanggar protokol COVID-19.

Sementara 12 perusahaan lain dinyatakan telah patuh protokol kesehatan.

Selain itu, Sudarhat dan pihaknya juga menutup tujuh perusahaan yang ada karyawannya terpapar positif COVID-19.

"Untuk 38 perusahaan yang melanggar kami berikan sanksi tertulis agar mematuhi aturan COVID-19 yang telah ditetapkan Pemprov DKI Jakarta," tandasnya. []