Serangan Buzzer Terhadap Anies Gagal Total, Warga Korban Banjir Tak Merespon

Anies Baswedan/Ist
Anies Baswedan/Ist

Hujan ekstrem sampai 226 mm/hari yang melanda Jakarta dan sekitarnya menyebabkan 113 Rukun Warga (RW) dan sebanyak 3.311 warga terpaksa mengungsi di 44 tempat pengungsian yang disediakan pada Sabtu (20/2).


Meski banjir juga merendam Depok, Tangerang dan Bekasi, namun sorotan media massa dan media sosial tetap mengarah ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. 

"Jakarta diopinikan tenggelam total. Padahal dari data yang dirilis Pemprov DKI Jakarta, luas area yang tergenang hanya 1% dari total luas DKI Jakarta," kata Sekretaris Nasional Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia, Adjie Rimbawan melalui keterangan tertulis, Selasa (23/2).

Meski demikian, menurut Adjie, di media sosial tetap saja Anies Baswedan dibully secara brutal oleh kelompok yang anti atau tidak suka Anies.

"Lewat momen banjir, seolah-olah mereka sedang mendapatkan panggung untuk "membantai" gubernur DKI," kata Adjie.

Namun hujatan buzzer terhadap Anies ternyata gagal total. Karena tidak memperoleh respon warga DKI, khususnya mereka yang terdampak banjir.

Warga DKI yang umumnya memiliki pengetahuan lebih tinggi, lebih dewasa dan bijaksana menyikapi musibah banjir tersebut, tidak ikutan mengeluarkan sumpah serapah kepada pemimpinnya.

"Malahan musibah banjir ini  menggerakkan warga DKI untuk bahu membahu dengan Pemprov DKI sama-sama menanggulangi  banjir," kata Adjie.

Dari pantauan Rekan Indonesia, kolaborasi warga dengan Pemprov DKI di lokasi banjir tampak begitu nyata. 

Bukan hanya saat banjir terjadi, namun saat surut pun warga tanpa diperintah ikut juga bergabung melakukan bersih-bersih di lingkungannya bersama petugas lintas dinas Pemprov DKI.

Masih menurut Adjie,  banyak warga DKI yang menjadi korban banjir menganggap ini sebagai musibah dan tidak ada yang menyalahkan Anies atau Pemprov DKI.

"Karena warga melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana keseriusan lintas dinas Pemprov DKI menanggulangi musibah banjir," kata Adjie.

Jadi, kata Adjie menyarankan kelompok yang anti atau tidak suka Anies Baswedan agar menyalurkan energi positifnya untuk bersama-sama warga bahu membahu menganggulangi musbih banjir di Jakarta, ketimbang menghabiskan waktu untuk membully lewat medsos.

“Percuma nggak direspon warga DKI. Apalagi yang disorot hanya Jakarta sementara banjir kali ini bukan hanya terjadi di Jakarta saja," sindir Adjie. 

Adjie juga mengingatkan para politisi untuk tidak mengambil keuntungan politik di tengah musibah banjir. 

“Karena dalam situasi sulit, justru para aktor politik sibuk mencari panggung ketimbang bersatu padu mengatasi masalah yang ada,” tutup Adjie.[]