Soal Pembongkaran Musala, FPPJ Ingatkan Politisi Kebon Sirih Tak Jadi "Kompor"

Penertiban bangunan Musala Lamahala di RT 09/ RW 05 Kelurahan Penjagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara/Net
Penertiban bangunan Musala Lamahala di RT 09/ RW 05 Kelurahan Penjagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara/Net

Ketua Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ) Endriansah mengingatkan seluruh pihak agar menahan diri terkait penertiban bangunan Musala Lamahala di RT 09/ RW 05 Kelurahan Penjagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara pada Senin (12/4).


"Jangan memanas-manasi warga yang sedang menjalankan ibadah puasa, nanti malah bikin runyam," kata Endriansah.

Endriansah juga menyesalkan sikap Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta S Andyka yang berupaya melakukan provokasi untuk mencopot Lurah Pejagalan, Ichsan Firdaosy.

"Ingat sekarang bulan Ramadan, jangan malah jadi "kompor"," tegas Endriansah.

Endriansah berpandangan tindakan penertiban bangunan Musala Lamahala sudah sesuai koridor hukum yang berlaku.

Sebab bangunan musala tersebut berada di atas lahan ruang terbuka hijau tepat di bantaran kali.

"Sesuai Perda Ketertiban Umum tidak boleh ada bangunan di bantaran sungai, apalagi di atas RTH," kata Endriansah.

Endriansah menambahkan, sebelum melakukan penertiban, Lurah Pejagalan juga sudah berkoordinasi dengan pihak terkait.

Pembongkaran itu sendiri melibatkan Satpol PP, PPSU, dan Unit Pelaksana Kebersihan (UPK) Badan Air Dinas Kebersihan DKI Jakarta.

Sebelumnya, politisi Kebon Sirih S Andyka mendesak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agar mencopot Lurah Pejagalan yang menertibkan bangunan musala.

“Hal ini tidak bisa dibiarkan, Inspektorat harus periksa yang bersangkutan,” kata Andyka.[]