Sowan ke Gibran, Pejabat dan Politisi Carmuk Menuju 2024

Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menemui Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka di Loji Gandrung, Solo/Repro
Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menemui Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka di Loji Gandrung, Solo/Repro

Sederetan pejabat dan politisi ramai-ramai sowan ke Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. Diduga, mereka bertemu Gibran bukan semata-mata karena pekerjaan, namun hanya karena dia merupakan anak Presiden Joko Widodo.


"Karena Gibran anak Presiden. Semua berkepentingan terhadap Jokowi untuk Pemilu 2024. Dan Gibran itu menjadi jalan penghubung ke Jokowi," kata pengamat politik Ujang Komarudin yang dikutip dari Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (8/4).

Sejak dilantik pada 26 Februari 2021, Gibran diketahui sudah banyak menerima tamu dan kunjungan pejabat dan politisi dari Jakarta.

Diantaranya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Komisaris Utama Telkomsel Wishnutama Kusubandio, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Lalu ada juga, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani, dan terbaru Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Ujang Komarudin berpandangan, pada Pilpres 2024 nanti, Jokowi tidak bisa lagi maju karena sudah dua periode menjabat presiden. 

Namun, ketika pilpres dilaksanakan, Jokowi masih jadi penentu, karena masih menjadi presiden alias belum turun tahta.

"Jadi pasti banyak yang akan mendekati Gibran. Dan itu politik biasa saja. Untuk merebut hati Jokowi, namun jalurnya via Gibran. Itu sah-sah saja secara politik," kata Ujang.

Jokowi masih sebagai penentu siapa yang akan menang di pilpres nanti. Karena dia masih menjabat sebagai kepala negara dan pemerintahan.

"Nah, elite-elite itu berkepentingan pada Jokowi tapi lewat Gibran. Cari mukanya (carmuk) lewat Gibran-lah, dan kasih program-program pembangunannya banyak ke Gibran," demikian Ujang Komarudin.[]