Sudah Reyot, Jembatan Bambu di Kebon Jeruk Ini Dikeluhkan Warga

Kondisi jembatan bambu di Kebon Jeruk/RMOLJakarta
Kondisi jembatan bambu di Kebon Jeruk/RMOLJakarta

Warga RT 16/RW 04, Kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Kebon Jeruk mengeluhkan keberadaan jembatan reyot di wilayahnya.


Berdasarkan penulusuran Kantor Berita RMOLJakarta, jembatan reyot itu berada di Jalan Swadaya Ilir. Tepatnya di pinggir sungai Sekretaris. 

Jembatan ini pantas jika disebut reyot.Pasalnya, jembatan yang menghubungkan masyarakat yang terjarak sungai ini terbuat dari bahan dasar kayu dan bambu, dan sudah goyang ketika dilalui. 

Memang ada pegangan di tiap ujung dan tengah jembatan. Namun pegangan itu tidak cukup menghadirkan rasa aman bagi pejalan kaki yang menyeberanginya. Pejalan kaki harus tetap ekstra hati-hati saat menyeberang. 

Panjang jembatan reyot ini sekitar 12 meter. Ketinggiannya dari dasar kali sekiat 5 meter. Cukup membuat dadar berdesir merasakan goyangan saat menyeberang jembatan. 

"Banyak yang ngeluh, saya saja naik situ takut. Goyang-goyang," kata Alwiyah yang merupakan Ketua RT setempat saat ditemui di lokasi, Kamis (10/6).

Menurut Alwiyah jembatan yang kurang lebih dibangun 10 tahun silam itu sudah banyak dikeluhkan warga lantaran tidak kokoh. Terlebih setelah hujan, sensasi kereyotan jembatan itu kian terasa. 

Rupanya, jembatan itu goyang karena kayu penyangga jembatan tidak cukup kuat menahan laju derasnya air di kali Sekretaris.

Fasilitas Utama Warga

Alwiyah mengakui adanya jembatan lain yang bisa dilalui warga dan lebih kokoh. Tapi, karena lokasinya jauh, warga pun memilih menyeberang melalui jembatan reyot ini.

"Kita hanya untuk jembatan penyeberangan orang, karena ada fasilitas ke Mushola dan Gereja, terus anak-anak sekolah di seberang. Cuma itu saja sih," kata Alwiyah.

Alwiyah pun berharap pemerintah setempat berkesempatan melihat langsung kondisi jembatan ini. Lebih-lebih mau memperbaikinya, demi kenyamanan warga. []