Suharso Resmi Diberhentikan, FKPP PPP: Inilah yang Terbaik untuk PPP

Ketua Forum Penyelamat Partai (FKPP) PPP Syaiful Dasuki/Ist
Ketua Forum Penyelamat Partai (FKPP) PPP Syaiful Dasuki/Ist

Mukernas PPP resmi memberhentikan Ketua Umum PPP menggantikan Suharso Monoarfa dan mengangkat Muhammad Mardiono sebagai pelaksana tugas (Plt) ketua umum PPP.


Mukernas yang digelar di Swis Belinn Hotel, Serang, Banten, pada Minggu (4/9) dihadiri oleh Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani, pengurus harian DPP PPP, serta Ketua dan Sekretaris dari 30 DPW PPP se-Indonesia. 

Selain itu, hadir juga Anggota DPR RI Fraksi PPP M Amir Uskara dan Achmad Baidowi, serta Ketua Gerakan Pemuda Kabah (GPK) Habib Farhan Hasan Al Amri dan Ketua Forum Penyelamat Partai (FKPP) PPP Syaiful Dasuki.

Syaiful mengucapkan rasa syukurnya karena perjuangan FKPP PPP selama satu tahun lebih akhirnya membuahkan hasil.

"Puji syukur atas berkah dan rahmat Allah SWT, upaya kami menuntut keadilan atas kezaliman dan pelanggaran aturan oleh Suharso Monoarfa akhirnya diijabah Allah SWT," kata Syaiful dalam keterangannya, Senin (5/9).

Syaiful menilai masih banyak elite PPP yang memiliki hati nurani sehingga mau mendengar aspirasi FKPP PPP yang sudah 13 kali berunjuk rasa di depan kantor DPP PPP di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat.

"Terutama saat Suharso Monoarfa melecehkan ulama dan kiai pesantren. Kami berdoa dan berupaya hingga membuat laporan ke Polda Metro Jaya agar Suharso benar-benar mundur sebagai ketua umum, karena sudah tidak layak memimpin partai Islam," kata Suharso.

Meski begitu, Syaiful  mengucapkan terima kasih kepada Suharso Monoarfa yang telah bersedia mundur sebagai ketua umum PPP karena langkah inilah yang terbaik untuk PPP.

"Kami juga ucapkan selamat bekerja kepada Muhammad Mardiono sebagai Plt ketua umum DPP PPP hingga 2025. Kita bangun kembali kejayaan PPP dalam Pemilu 2024," kata Syaiful.

Terkait laporan polisi terhadap Suharso soal amplop kiai, kata Syaiful, pelapor sudah dimintai keterangannya oleh Polda Metro Jaya beberapa hari lalu.

"Biarkan proses hukum terus berlanjut sehingga menjadi pembelajaran bagi siapa saja bahwa marwah kiai dan ulama adalah hal yang sensitif dan harus dijaga betul oleh umat Islam," demikian Syaiful.[]