Sumbangsih Megawati untuk Dunia Akademik Dipertanyakan

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri/Net
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri/Net

Pemberian gelar Profesor Kehormatan oleh Universitas Pertahanan untuk Megawati Soekarnoputri berpotensi dijadikan sebagai alat politik.


Demikian disampaikan Ketua Umum Forum Politik Indonesia (FPI) Tamil Selvan saat berbincang dengan Kantor Berita RMOLJakarta, Jumat (11/6).

Kang Tamil, begitu ia karib disapa, membeberkan setidaknya dua poin yang menjelaskan gelar profesor terhadap Ketua Umum PDI Perjuangan itu bermuatan politis. 

"Seseorang yang mendapat gelar akademik, itu harus bisa mempertanggung jawabkan secara moral. Hal yang paling konkret adalah dengan mengajar," kata Kang Tamil, Jumat (11/6). 

"Pertanyaannya adalah apakah seorang Megawati mau mengajar secara akademik?" sambungnya. 

Poin selanjutnya, menurut Kang Tamil, ketika seseorang mendapatkan gelar akademik, maka dia juga harus memiliki historycal akademik. 

"Apakah Megawati pernah membuat karya ilmiah atau sumbangsih terhadap dunia akademik?" tegas Kang Tamil. 

Atas dua poin tersebut, maka tidak heran jika muncul pertanyaan dan kecurigaan di benak publik terkait gelar yang disematkan kepada Presiden RI ke-5 itu. 

"Ini yang saya katakan gelar akademik jangan sampai di politisisasi," demikian Kang Tamil. 

Seperti diketahui, Megawati Soekarnoputri dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan (Guru Besar Tidak Tetap) Ilmu Pertahan Bidang Kepemimpinan Strategik, Fakultas Strategik Pertahanan, Universitas Pertahanan. 

Ketua umum PDI Perjuangan itu akan dikukuhkan pada Jumat, 11 Juni 2021 

Pukul  13.30 WIB di Kampus Bela Negara, IPSC, Sentul, Bogor.[]