Survei Calon Wali Kota Bekasi Ramangsa Institute: Tri Adhianto Peringkat Teratas

Focus Group Discussion dan Rilis Hasil Survei mengenai persepsi publik tentang kepemimpinan Kota Bekasi selanjutnya yang digelar di Cafe Literacy Coffee, Kota Bekasi pada Jumat (23/9)/Ist
Focus Group Discussion dan Rilis Hasil Survei mengenai persepsi publik tentang kepemimpinan Kota Bekasi selanjutnya yang digelar di Cafe Literacy Coffee, Kota Bekasi pada Jumat (23/9)/Ist

Ramangsa Institute mengadakan Focus Group Discussion dan Rilis Hasil Survei mengenai persepsi publik tentang kepemimpinan Kota Bekasi selanjutnya. Agenda ini mengangkat tema "Kaum Milenial dan i-Generation Bicara Kepemimpinan Kota Bekasi" yang digelar di Cafe Literacy Coffee, Kota Bekasi pada Jumat (23/9).


Direktur Eksekutif Ramangsa Institute Maizal Alfian mengatakan, kegiatan yang digelar untuk mengetahui persepsi masyarakat mengenai pemimpin Kota Bekasi saat ini dan selanjutnya.

"Rilis ini menyajikan hasil survei regional Kota Bekasi tentang persepsi masyarakat terkait pemimpin masa depan menjelang Pemilu 2024. Hal ini memotret karakteristik pemilih, kriteria tokoh dan wacana program yang sesuai persepsi masyarakat," kata Alfian dalam keterangannya, Sabtu (24/9).

Ia menambahkan proses penelitian yang dilakukan dengan tim hingga mendapatkan data tentang persepsi dan keinginan masyarakat tentang sosok wali kota selanjutnya.

"Jadi survei yang dilakukan merupakan sebuah penelitian kuantitatif yang mampu memberikan gambaran tentang persepsi masyarakat dengan menguji beberapa sampel/responden dari 1.680.000 pemilih. Perhitungan sampel menggunakan rumus slovin dengan margin error 7% dan didapat sampel 205 responden masyarakat Kota Bekasi," kata Maizal.

Berdasarkan hasil survei jika pemilihan kepala daerah Wali Kota Bekasi dilakukan saat ini maka Tri Adhianto masih unggul dengan elektabilitas sebayak 29%.

Sementara posisi kedua ditempati oleh anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Heri Koswara sebanyak 14%, dan ketiga Ade Puspitasari sebanyak 12%, disusul Abdul Harris Bobihoe sebanyak 11%.

Ketua Umum HMI Bekasi Khaqim Nurjawahir memberikan pendapat tentang kepemimpinan Kota Bekasi mendatang. Ia menilai generasi milenial dan Gen Z lebih menyukai pemimpin yang memberikan kenyamanan kepada masyarakat atau rakyatnya.

"Generasi milenial dan Gen Z lebih senang dengan pemimpin yang memberikan kenyamanan kepada masyarakat dalam menunjang kreativitas berkelanjutan dari pada hal-hal pragmatis sesaat," kata Khaqim.

Selain itu Presma Universitas Bhayangkara Jaya Farhan menyatakan, sosok pemimpin Kota Bekasi mendatang haruslah pemimpin yang ideal dalam setiap sektor serta berintegritas untuk terhindar lagi dari permasalahan korupsi. 

Tidak lupa pemimpin Kota Bekasi juga harus mampu memperhatikan aspek keamanan masyarakatnya dengan mengotimalkan kualitas CCTV Kota dan keamanan digital lainnya.

"Saya menilai untuk kepemimpinan Kota Bekasi mendatang adalah pemimpin yang ideal dari segala sektor, dan Pemimpin saat ini juga harus lebih memperhatikan keamanan Kota dan dunia digital sehingga terciptanya kenyamanan oleh masyarakat Kota Bekasi," kata Farhan.

Ditambah pula dari kalangan Akademisi dan Peneliti Aliy Rasyid mengatakan,  sosok pemimpin mendatang harus mampu fokus kepada sektor SDM dan ekonomi.

"Sampai saat ini saya belum jelas melihat arah grand design pembangunan Kota Bekasi diantaranya lingkungan hidup terutama daerah rawan banjir dan menajemen pengelolaan sampah serta limbah yang kurang baik hingga menyebabkan pencemaran lingkungan yang sangat rawan," kata Aliy Rasyid.

Proses pengumpulan data yang dilakukan Ramangsa Institute dilaksanakan dari tanggal 1-28 Agustus 2022 melalui kuesioner terstruktur (structured interview) dengan menggunakan sistem google form.[]