Survei LPPM: PDIP Peringkat Pertama, Demokrat Sodok Urutan Empat

Bendera PDIP/Net
Bendera PDIP/Net

Berdasarkan hasil survei Lembaga Penelitian Masyarakat Milenium (LPPM), tingkat keterpilihan publik terhadap partai politik pemenang pemilu 2019, atau yang tengah berkuasa di pemerintahan masih cukup tinggi.


Direktur Eksekutif LPPM, Daniel Zafnat Paneah mengatakan, dalam surveinya yang dilakukan sejak 26 Maret hingga 8 April menemukan, PDIP masih mendapat dukungan yang cukup tinggi.

"Bahwa PDIP berada di posisi tertinggi yakni 14,2 persen untuk kategori pilihan partai politik jika pemilu digelar di saat survei belangsung," kata Daniel dalam rilis survei yang diterima redaksi, Rabu (14/4).

Yang paling menarik dari survei ini, disampaikan Daniel, posisi Partai Demokrat berada di urutan keempat, atau memiliki selisih angka dengan Partai Gerindra yang berada di posisi ketiga. Sementara peringkat kedua ditempati Partai Golkar.

Hasil yang diperoleh cukup mengejutkan, karena pada Pemilu 2019 lalu, parpol yang dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono itu berada di peringkat tujuh.

"Sementara Partai Golkar sebesar 13,7 persen, Gerindra 7,2 persen dan Demokrat 7,1 persen," kata Daniel dilansir dari Kantor Berita Politik RMOL.

Kemudian posisi kelima, lanjut Daniel, ada PKB yang mendapat 6,9 persen, disusul Nasdem 6,7 persen, PKS 6,4 persen, PSI 4,1 persen, PAN 3,1 persen, PPP 2,9 persen dan partai peserta pemilu lainnya sebanyak 2,3 persen.

"Responden yang tidak memberikan jawaban masih cukup tinggi, yaitu 25,4 persen," sambung Daniel.

Adapun jika dilihat dari pemaparan Daniel dalam simulasi piihan publik pada partai politik dengan menyebutkan nama-nama parpol, PDIP masih berada di urutan pertama dengan persentase 17,7 persen.

Namun, untuk urutan kedua hingga kelima ada perubahan. Yaitu, diurutan keempat ditempati PKB dengan persentase keterpilihan 7,2 persen. Sementara posisi kelimanya ditempati Demokrat yang mendapat 7,1 persen.

Sementara, untuk urutan kedua masih ditempati Golkar dengan persentase 17,3 persen dan Gerindra urutan ketiga dengan persentase 8,3 persen.

Dalam survei ini, LPPM menggunakan metode wawancara melalui telepon/cellphone kepada 2.000 responden untuk melakukan kajian opini publik, selama rentang 26 Maret hingga 8 April 2021.

Dari 2.000 responden yang dipilih secara acak, LPPM melakukan pembobotan dengan memperhatikan karakteristik populasi nasional yang mengacu pada demografi responden.

Adapun, margin of error survei ini diperkirakan kurang lebih 2,19 persen, dengan tingkat kepercayaan 95 persen. []