Sutiyoso Singgung soal TKA China, Pengamat: Tionghoa Indonesia Tak Perlu Resah

Mantan Kepala BIN Sutiyoso/Net
Mantan Kepala BIN Sutiyoso/Net

Mantan Kepala BIN Sutiyoso mengaku resah dengan membanjirnya tenaga kerja asing alias TKA asal China yang mengadu nasib di Indonesia. Ia membandingkan dengan negara lain seperti Singapura dan Malaysia yang mengalami perubahan akibat terlalu banyak tenaga kerja asing.


Kritikan tersebut disampaikan Sutiyoso saat acara Silaturahmi Tokoh & Ulama DKI Jakarta, yang tayang di YouTube JIC TV pada 18 Mei 2022. 

Menurut Sutiyoso, pemerintah Cina memperkerjakan rakyatnya ke luar negeri agar dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Pernyataan yang dilontarkan Gubernur DKI Jakarta periode 1997-2007 terkait bahayanya kehadiran puluhan ribu TKA China yang kelak memungkinkan Indonesia dipimpin oleh orang Tionghoa Indonesia, ternyata menjadi kehebohan di kalangan komunitas Tionghoa.

Pemerhati sosial politik Adian Radiatus menilai wajar dengan keresahan yang dirasakan Sutiyoso, karena hal itu menunjukan jiwa patriotisme dan nasionalisme yang tinggi bagi bangsanya. 

Adian mencatat, setidaknya ada empat aspek yang patut dipahami terkait dengan TKA China di Indonesia.

"Pertama, tentu kita sangat setuju agar  kedatangan puluhan ribu TKA China itu diselesaikan dan mereka dilarang menjadi WNI dengan alasan apapun. Karena kedatangannya berbasis kerja-selesai-pulang," kata Adian dalam keterangannya, Kamis (26/5).

Kedua, lanjut Adian, kalangan etnis Tionghoa Indonesia yang sudah turun temurun, bahkan yang sudah beberapa generasi tentu adalah anak bangsa yang memiliki kedudukan, hak dan kewajiban yang sama dengan etnis lainnya di seluruh Tanah Air Indonesia. 

"Jadi dalam konteks ini Tionghoa Indonesia tak perlu pesimis apalagi apatis," kata Adian.

Tiga, bahwasanya apa yang dikemukakan Sutiyoso adalah masalah penting, bahkan krusial dari aspek ketahanan nasional Indonesia dengan basis mayoritas beragama Islam dan sama sekali jauh dari sisi rasisme dalam arti sempit. 

"Keempat, bagaimanapun kita harus apresiasi dan respek atas kepedulian yang menunjukan jiwa patriotisme dan nasionalisme seorang Sutiyoso ini," kata Adian.

"Bahkan negara lebih banyak  lagi membutuhkan sosok- sosok patriot nasionalis seperti Sutiyoso ketimbang mereka yang lupa diri menggadaikan tidak saja harta alam tapi juga martabat dan kehormatan bangsa ini," sambungnya. []