Syaikhu: Jalan Politik PKS adalah Politik Silaturahim

Halal bi Halal DPW PKS DKI Jakarta di bilangan Ancol, Jakarta Utara, Kamis (26/5)/Ist
Halal bi Halal DPW PKS DKI Jakarta di bilangan Ancol, Jakarta Utara, Kamis (26/5)/Ist

Presiden PKS Ahmad Syaikhu berpesan terkait pentingnya politik silaturahim dan filosofi Lebaran, Laburan, Leburan dan Luberan saat memberikan arahan Halal bi Halal DPW PKS DKI Jakarta di di Candi Bentar, Puteri Duyung Cottage, Ancol, Jakarta Utara, Kamis (26/5).


Syaikhu mengatakan, sejak diberikan amanah sebagai Presiden PKS dirinya mengedepankan fatsun politik silaturahim. Menurutnya, silaturahim bisa mencairkan berbagai suasana termasuk jika ada kesalahpahaman. 

"Kita harus terus hadir dan silaturahim dengan seluruh elemen. Saya pesan jangan ada satupun tokoh di DKI Jakarta yang tidak kita kunjungi. Kunjungi, dengarkan dan terima aspirasi," kata Syaikhu. 

Kemudian dia menjelaskan filosofi Lebaran, Laburan, Leburan dan Luberan. Lebaran maknanya spirit saling memaafkan. Spirit dari simbol ketupat yang berisi beras perlambang hawa nafsu yang diikat janur, bermakna cahaya keimanan. 

Laburan bermakna bersih, indah dan solid. Hadirnya keindahan yang ditunjukkan PKS bisa melahirkan dukungan dan apresiasi bagi semua elemen untuk bergabung dengan PKS.

"Saya berkeliling Indonesia antuasiasme masyarakat dan tokoh untuk bergabung dengan PKS begitu besar. Di Jakarta ada tokoh-tokoh pesilat yang terbuka bergabung dan berjuang bersama PKS," kata Syaikhu. 

Leburan bermakna menyatu dengan seluruh elemen masyarakat. Syaikhu menekankan pesan penting agar setiap anggota PKS melebur bersama masyarakat sehingga mengetahui dengan persis apa saja yang menjadi persoalan masyarakat.

"Kita dipilih masyarakat menjadi pejabat publik berikan dan perjuangkan aspirasi. Anggota Legislatif berjuang di masing-masing komisi. Lewat pelayanan dan perjuangan aspirasi makin kokoh kita berjuang bersama publik," kata Syaikhu.

Yang terakhir, luberan yang bermakna berbagi kelebihan yang dimiliki. Setiap anggota PKS harus memiliki mental berbagi, memberikan apa yang lebih untuk bersama diberikan kepada yang membutuhkan. 

"Jika ada yang diberikan rezeki berupa kelapangan hidup sementara masih ada sebagian anggota dan simpatisan masih tidak seberuntung kita, masih kesulitan hidup maka kelebihan itu kita berikan kepada saudara yang lain," demikian Syaikhu. []