"Tabloid Anies" Dibilang Politik Identitas, Hensat: Jangan Asbun

Tabloid yang memuat foto Anies Baswedan/Net
Tabloid yang memuat foto Anies Baswedan/Net

Sebuah tabloid bernama "kbanewspaper" yang memuat foto Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di halaman depan dan menyertakan sebuah judul "Mengapa Harus Anies", diisukan sebagai politik identitas lantaran disebar di tempat ibadah.


Pendiri lembaga survei KedaiKOPI Hendri Satrio menilai, tudingan itu berasal dari orang yang tak mengerti hukum dan pengertian dari politik identitas.

Menurutnya, kata-kata yang digunakan penyebar informasi tersebut berupa "disebar di tempat ibadah" adalah sesuatu yang berbeda dengan pengertian politik identitas.

"Yang saya keberatan itu, jangan pagi-pagi asbun, kemudian orang yang tidak paham maksud dan definisi politik identitas (malah) bicara politik identitas," kecam Hendri Satrio saat dimintai tanggapan Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (22/9).

Di samping itu, sosok yang kerap disapa Hensat ini juga tak bisa merasionalisasikan maksud penyebar informasi soal "Tabloid Anies" ini ke media sosial (medsos).

"Kemudian, kita perlu tanya, apa tujuan si penyebar info dengan langsung melabeli kegiatan ini dengan politik identitas," sambungnya menuturkan.

Lebih lanjut, akademisi politik dari Universitas Paramadina ini memandang, tabloid yang memuat artikel soal Anies bukan termasuk bagian dari curi start kampanye Pilpres 2024.

"Ini kebetulan lewat tabloid. Pendukung calon presiden lain juga banyak sebar info tapi lewat medsos, jadi enggak ada beda sebetulnya," demikian Hensat.[]