Tak Cuma Anak Haji Lulung, Tokoh Potensial PPP Dibabat Habis

Kader PPP Guruh Tirta Lunggana dan Riano P Ahmad/Net
Kader PPP Guruh Tirta Lunggana dan Riano P Ahmad/Net

Politikus muda Guruh Tirta Lunggana dicopot dari posisi Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan (DPW PPP) Provinsi DKI Jakarta. Guruh Tirta Lunggana digantikan oleh Syaiful Rahmat.


Hal ini tertulis dalam Surat Keputusan (SK) Perubahan Pengurus DPW PPP Provinsi DKI Jakarta  dengan No.0790/SK/DPP/W/I/2023.

Dewan Pertimbangan Daerah PPP Jakarta, Maman Firmansyah menilai Keputusan Plt Ketua Umum PPP, Muhammad Mardiono itu dinilai akan menghancurkan suara PPP di Jakarta.  

"Ini sangat memprihatinkan, keputusan itu tidak berkorelasi langsung dengan kepentingan perbaikan suara PPP di Jakarta. Bagi saya, ini kesewenang-wenangan dan tidak mempunyai niat baik untuk memperbaiki suara PPP ke depan. Saya nggak tahu ada pesan apa di balik ini semua, apakah memang agar PPP tidak ada lagi pada Pemilu mendatang atau bagaimana," kata Maman dalam keterangannya, Senin (23/1).

Menurutnya, keputusan DPP tersebut patut dimaklumi karena menjadi kewenangan Plt Ketua Umum PPP. Namun, ucapnya, Mardiono telah bertindak sewenang-wenang karena memberangus sosok potensial yang bisa mengembalikan kejayaan PPP.

"Tokoh Potensial dibabat habis, baik di pengurus harian maupun majelis syariah yang memang kita unggulkan tokoh-tokoh ulama yang berpengaruh di wilayah masing-masing, itu diberangus semua," kata Maman.

Menurutnya, mendiang Haji Lulung Lunggana, ayahanda Tirta Lunggana rela berkorban mundur dari PAN dan anggota DPR RI untuk membantu mengembalikan suara PPP di Jakarta. Bahkan, ucapnya, Tirta Lunggana dan Riano P Ahmad juga mundur sebagai anggota DPRD DKI Jakarta untuk mengembalikan kejayaan PPP Jakarta.

"Kita kembali ke PPP untuk mendukung Haji Lulung. Dia berkorban sampai mundur dari DPR RI, Bahkan Tirta dan Riano juga mundur dari anggota DPRD untuk membantu PPP mengembalikan suara. Dan saya bagian tak terpisahkan dari itu, kebetulan saya dua periode di Dapil yang sama," demikian Maman. []