Tak Ungkap Motif Pembunuhan Brigadir J, KP3i Sentil Polri Abaikan Arahan Jokowi 

Direktur Eksekutif Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3-I) Tom Pasaribu/Net
Direktur Eksekutif Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3-I) Tom Pasaribu/Net

Hingga saat ini motif dibalik kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J yang diperintahkan oleh mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo masih menjadi teka-teki.


Direktur Eksekutif Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3-I) Tom Pasaribu menyesalkan sikap Polri yang belum mengungkap motif pembunuhan Brigadir J yang  membuat spekulasi liar di publik.

Tom menilai polisi seperti 'tidak bernyali' menyampaikan apa sebenarnya yang menjadi motif pelaku dengan dalih menjaga perasaan semua pihak. Padahal, Ferdy Sambo sudah blak-blakan mengaku  yang memerintahkan pembunuhan Brigadir J.

"Pembunuhan Brigadir J yang sampai saat ini belum diketahui motifnya telah menguras energi," kata Tom dalam keterangan persnya, Minggu (14/8).

Tom juga mengaku aneh perintah Presiden Joko Widodo untuk membuka kasus tersebut seterang-terangnya seolah diabaikan oleh Polri. Bahkan, kasus tersebut malah dijadikan seperti sinetron yang berkepanjangan.

"Sementara Komisi III DPR RI yang mewakili seluruh rakyat dalam bidang hukum lebih banyak 'memble' daripada menggunakan hak imunitas yang dimiliki dalam kasus Brigadir J," kata Tom.

Lebih jauh, Tom menyebut, kasus Brigadir J tidak akan terbongkar kalau keluarga tidak berteriak dan berani menyebarkan melalui media sosial setelah curiga melihat jenazah Brigadir J yang penuh dengan kejanggalan. 

"Padahal seluruh keluarga Brigadir J diteror dan diawasi, bahkan disadap. Akhirnya rakyat, aktivis dan media menekan pemerintah untuk membongkar kasus tersebut," demikian Tom.[]