Taufiqurrahman: Kampus UI Bukan Alat Kekuasaan

Pengurus DPP Partai Demokrat Taufiqurrahman/Net
Pengurus DPP Partai Demokrat Taufiqurrahman/Net

Pengurus DPP Partai Demokrat Taufiqurrahman menyatakan keprihatinan yang mendalam terkait sikap Rektorat Universitas Indonesia (UI) yang memanggil sepuluh mahasiswa pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI buntut postingan "Jokowi: The King of Lip Service" pada Minggu (27/6).


Keprihatinan mendalam tersebut, menurut Taufiqurrahman, dikarenakan kedudukan UI adalah sebagai lembaga pendidikan tinggi yang mengemban amanah Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan pengajaran, penelitian pengembangan dan terutama pengabdian masyarakat.

"Artinya kampus UI bukan malah sebaliknya, tunduk pada penguasa," kata Taufiqurrahman dalam keterangannya, Senin (28/6).

Alumnus Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini mengatakan, apabila penguasa telah mulai menimbulkan kesengsaraan pada rakyat, tentunya sebagai mahasiswa harus segera bergerak untuk memperingatkan rakyat, dan bahkan si penguasa itu sendiri.

"Ini penting agar penguasa tidak terus menerus menyengsarakan atau merugikan rakyatnya," kata Taufiqurrahman.

Pemanggilan yang dilakukan pihak Rektorat memang masih dalam taraf klarifikasi, namun penting untuk dipertimbangkan dan diawasi jangan sampai pemanggilan tersebut seketika menjadi ajang pembungkaman hak bersuara dari para mahasiswa.

"Jika terjadi pembungkaman, maka lonceng kematian demokrasi sudah dibunyikan dan rakyat harus segera tersadar dan bergerak untuk membela kebenaran," kata loyalis Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ini.

Taufiqurrahman mengharapkan seluruh mahasiswa, khususnya mahasiswa UI, tetap dalam garis perjuangan rakyat sebagaimana amanat Tri Dharma Perguruan Tinggi.

"Karena kalian memang dibiayai oleh rakyat," tegas Taufiqurrahman.

Selain itu, kata Taufiqurrahman, mahasiswa UI juga harus ingat dengan motto UI: "Veritas, Probitas, Justitia" yang merupakan bahasa latin dari Kejujuran, Kebenaran dan Keadilan.

Oleh karenanya salah seorang Profesor UI bernama Prof. Somadikarta pernah menekankan bahwa "Kamu jangan pernah takut kalau kamu benar".

Diketahui, 10 mahasiswa UI yang dipanggil pihak Rektorat itu dinilai bertanggung jawab terkait postingan yang mengkritik Presiden Jokowi di media sosial Instagram, @bem_official, pada Sabtu (26/6).

Pemanggilan 10 mahasiswa itu terdapat dalam surat yang ditandatangani oleh Direktur Kemahasiswaan, Tito Latif Indra dan dibenarkan oleh Kepala Biro Humas dan Keterbukaan Informasi (KIP) UI, Amelita Lusia.

Amelita mengatakan, pemanggilan yang dilakukan pihak Rektorat dilakukan sehari setelah postingan BEM UI mulai ramai dibicarakan sebagai bentuk langkah pembinaan kepada mahasiswa yang bersangkutan.[]