Tegas, KAI Blacklist Pelaku Pelecehan Seksual Naik Kereta Api

Ilustrasi/net
Ilustrasi/net

PT Kereta Api Indonesia (KAI) memblacklist penumpang yang melakukan pelecehan seksual. Langkah tegas ini diambil KAI untuk mencegah terjadinya kekerasan seksual pada layanan KAI.


"Kebijakan ini KAI terapkan untuk memberikan efek jera dan mencegah pelaku melakukan hal serupa di kemudian hari," kata EVP Corporate Secretary KAI, Asdo Artriviyanto dalam keterangan resmi yang diterima redaksi, Rabu (22/6). 

"Kebijakan ini juga berlaku untuk pelaku pelecehan seksual yang kasusnya sempat viral kemarin," sambungnya.

Seperti diketahui, telah terjadi pelecehan seksual dalam perjalanan KA Argo Lawu relasi Solo Balapan-Gambir pada Minggu kemarin (19/6). 

Dalam video yang beredar, pelaku hendak memegang paha pemumoang perempuan yang duduk disebelahnya. 

Sejauh ini, pihak KAI pun sudah menghubungi korban untuk menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami dan siap untuk memberikan dukungan dalam langkah hukum yang akan diambil. 

"Korban tidak bermaksud untuk membawa masalah ini ke ranah hukum dan hanya meminta terduga pelaku untuk menyampaikan permohonan maaf serta tidak akan mengulangi perbuatannya kembali," kata Asdo. 

Kini pihak KAI sudah memblacklist pelaku melalui Nomor Induk Kependudukan (NIK). Artinya, pelaku tidak dapat menggunakan layanan KAI di kemudian hari. 

KAI menolak untuk memberikan pelayanan terhadap pelaku yang sudah melanggar etika dan berbuat asusila yang sekaligus merendahkan martabat pelanggan lainnya terutama terhadap kaum hawa. KAI berkomitmen untuk memberikan layanan prioritas kepada Lansia, Disabilitas dan Wanita hamil. 

"KAI sama sekali tidak mentolerir kejadian tersebut dan berharap tidak ada lagi kejadian serupa terulang kembali pada berbagai layanan KAI lainnya," tegas Asdo.[]