Telkom Diduga Rugikan Pelanggan Speedy Miliaran Rupiah

PAKET internet Telkom Speedy merupakan sebuah layanan koneksi internet yang ditawarkan Telkom Indonesia. Speedy merupakan sebuah layanan broadband akses internet berkualitas yang dapat digunakan perumahan maupun SME (Small Medium Enterprise). Koneksi internet ini menggunakan media kabel telepon sebagai jalurnya.


Namun, dalam pengunaan paket Telkom Speddy, PT Telkom Indonesia sangat mengecewakan para pelanggan dan diduga telah merugikan pelanggan Speedy ratusan miliar rupiah.

Layanan jasa Speedy yang dihitung dengan sistem beli kuota pengunaan internet, ternyata selain mengecewakan, juga secara diam-diam menyedot uang pelanggan dengan cara jaringan yang tidak stabil, karena masih menumpang pada jaringan fix line Telkom.

Modus operandi yang dilakukan Telkom untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya, seperti ilustrasi berikut ini.

Pelanggan membeli kuota internet untuk 384 Kbps dengan tagihan Speddy Telkom sebesar Rp250 ribu. Tetapi, karena jaringan sengaja dibuat down atau petugas teknis yang lamban dalam melakukan perbaikan, setelah adanya laporan ke layanan Speedy, maka pemakaian oleh konsumen berkurang dan pembayaran tetap.

Terhitung Per 30 Juni 2014, Telkom memiliki 3,21 juta pelanggan fixed broadband (Speedy). Jika setiap bulan pelanggan Speedy dengan mengambil paket berbayar sebulan Rp280 ribu plus PPN 10 persen dan pelanggan Speedy tidak bisa mengunakan layanan speedy selama satu minggu, artinya pelanggan dirugikan Rp70 ribu, karena menunggu perbaikan jaringan yang rusak.

Sedangkan total pendapatan Telkom dari layanan yang Speedy yang buruk yang diambil dari pelanggan sebesar Rp21,14 miliar/bulan.

Forum Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu mendapat laporan dari masyarakat tentang kinerja yang buruk dari Telkom dan berencana melaporkan Telkom ke lembaga konsumen dan menuntut ganti rugi.

FSP BUMN Bersatu juga mendesak Presiden Jokowi mencopot seluruh direksi dan komisaris Telkom yang telah melakukan pembiaran atas kerugian masyarakat penguna jasa Speedy Telkom.

Pantas saja Telkom Selalu keuntungannya meroket, karena ternyata hasil keuntungannya didapat dari kerugian para Konsumen penguna jasa Speddy Telkom. Ini menunjukan manajemen Telkom tidak peduli program Trisakti dan Nawacita terkait pelayanan pada masyarakat.

Dan pada masyarakat yang mengunakan jasa Speddy Telkom, kami FSP BUMN Bersatu, akan membuka posko pengadaan terhadap kerugian dalam pengunaan jasa layanan internet Speedy Telkom. [***]

Oleh Ketua Umum FSP BUMN Bersatu, Arief Poyuono