Temui Menteri ATR BPN Sofyan Djalil, LQ Indonesia Bawa Misi Ini

LQ Indonesia Lawfirm mendampingi korban mafia tanah, Haji Sutrisno untuk menemui Menteri ATR BPN Sofyan Djalil/Ist
LQ Indonesia Lawfirm mendampingi korban mafia tanah, Haji Sutrisno untuk menemui Menteri ATR BPN Sofyan Djalil/Ist

Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan, Presiden Joko Widodo memerintahkan untuk menindak tegas keberadaan mafia tanah.


Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo dalam rapat bersama pihak terkait pada Senin (23/5).

"Presiden memerintahkan agar tegas menyangkut hak rakyat dan negara sendiri akan patuh terhadap aturan hukum jika pemerintah memang punya kewajiban untuk membayar ganti rugi tanah dan sebagainya," kata Mahfud di Kompleks Istana Kepresidenan.

Mahfud juga mengatakan, mafia tanah akan ditindak. Salah satu upaya yang akan dia lakukan untuk mewujudkannya adalah dengan membentuk tim lintas kementerian dan lembaga.

Terkait ketegasan Menko Polhukam tersebut, LQ Indonesia Lawfirm yang dipimpin Alvin Lim turut memberikan pendampingan hukum kepada Haji Sutrisno, warga Tangerang, yang tanahnya tiba-tiba berpindah tangan ke sebuah perusahaan raksasa.

LQ Indonesia Lawfirm salah satunya mendampingi Haji Sutrisno untuk menemui Menteri ATR BPN Sofyan Djalil baru-baru ini.

"Sulit sekali berjuang melawan mafia tanah. Tugas kepolisian harusnya menahan dan menyita aset milik mafia tanah," kata Alvin dalam keterangannya, Minggu (29/5).

Alvin mengaku sengaja menemui Menteri ATR BPN agar keluhan para korban mafia tanah didengar pemerintah.

Alvin mengatakan bahwa kejahatan luar biasa nomor 1 adalah mafia tanah, dan nomor 2 adalah investasi bodong. 

"Ini akan menjadi penyebab utama jatuhnya ekonomi dan consumer spending Indonesia," demikian Alvin.[]