Tidak Bisa Sembarangan Bandingkan Formula E dengan PON Papua

Sekretaris Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Muhammad Taufik Zoelkifli/Net
Sekretaris Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Muhammad Taufik Zoelkifli/Net

Dalam menilai suatu proyek atau produk harus berdasarkan perbandingan yang imbang/setara/sejenis atau populer disebut Apple to Apple.


Atas dasar itu maka membandingkan suatu hal tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Apalagi jika dari perbandingan itu lantas dipergunakan untuk menentukan untung rugi suatu kebijakan. 

Sama halnya dengan membandingkan penyelenggaraan olahraga seperti Pekan Olahraga Nasional XX yang akan digelar di Papua dalam waktu dekat. 

"Kita tidak bisa bilang, 'daripada sekian trilliun dipakai untuk PON Papua, lebih baik uangnya untuk kasih sembako ke rakyat Papua, bisa untuk makan seluruh rakyat satu tahun penuh'," kata Anggota DPRD DKI Jakarta, Muhammad Taufik Zoelkifli kepada Kantor Berita RMOLJakarta, Rabu (15/9). 

Sekretaris Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta itu melanjutkan, sama halnya juga dalam membandingkan keuntungan dalam penyelenggaraan Formula E. 

Tidak bisa membandingkan daripada menyelenggarakan Formula E lebih baik biayanya untuk bangun sekolah atau mendirikan Puskesmas. 

"Kalau mau komparasi suatu ajang olahraga mestinya dengan ajang olahraga lainnya. Kita bisa membandingkan manfaat ajang Formula E dengan ajang sejenis di luar negeri," kata politikus yang akrab disapa MTZ ini. 

"Atau bisa juga ajang Formula E disandingkan dengan ajang MotoGP atau dengan PON atau bahkan dengan Asian Games 2018 yang sama-sama di Jakarta," demikian MTZ. []