TMII Gagasan Ali Sadikin yang Direalisasikan Ibu Tien Soeharto

Anjungan Provinsi DKI Jakarta, Taman Mini Indonesia Indah/Net
Anjungan Provinsi DKI Jakarta, Taman Mini Indonesia Indah/Net

Kementerian Sekretariat Negara telah mengambilalih pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dari Yayasan Harapan Kita yang telah mengelola destinasi budaya itu selama 44 tahun.


Pengamat kebijakan publik dari Budgeting Metropolitan Watch (BMW) Amir Hamzah membeberkan fakta yang mungkin selama ini tak banyak diketahui publik terkait TMII yang berlokasi di Jakarta Timur tersebut.

Menurut Amir, TMII merupakan buah gagasan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin yang memimpin sejak 1966-1977 tersebut.

Ide brilian gubernur DKI legendaris yang akrab disapa Bang Ali itu kemudian direalisasikan oleh Ibu Tien Soeharto, istri Presiden RI ke-2 Soeharto.

“Taman Mini awalnya digagas Ali Sadikin dengan nama Indonesia in Miniature,” kata Amir kepada wartawan, Selasa (13/4).

Amir melanjutkan, untuk merealisasikan gagasan tersebut, Ali Sadikin kemudian mengumpulkan 25 gubernur dari seluruh Indonesia dan mengajak mereka untuk bergotong royong membangun Indonesia in Miniature. 

Ali Sadikin meminta para gubernur itu untuk patungan sebesar Rp25 juta per orang.  

Kompensasinya para gubernur mendapat lahan di area Indonesia In Miniature, dimana di situ para gubernur dari seluruh Indonesia dapat membangun rumah adat daerahnya, dan menampilkan tradisi serta budayanya untuk diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia.

Saat Indonesia in Miniature digagas, kata Amir, jumlah provinsi di Indonesia baru 26.

Gagasan Ali Sadikin itu didukung banyak politisi, antara lain Wakil Ketua DPRD GR kala itu, Harsono RM yang juga merupakan seorang penyayang binatang.

Harsono RM diketahui memiliki andil  memindahkan kebon binatang dari Cikini, Jakarta Pusat, ke Ragunan, Jakarta Selatan. 

Sebelum Indonesia In Miniature terealisasi, pemerintah pusat mendengar gagasan ini dan kemudian diambil alih.

"Berikutnya TMII diwujudkan Ibu Tien Soeharto melalui Yayasan Harapan Kita miliknya," pungkas Amir.[]