Tren Selebritis Beli Klub Bola, Kanal Bola: Sepak Bola Kita Bukan Coba-coba, Tapi Prestasi Timnas

Ivan Garda, salah seorang pendiri Kanal Bola/Ist
Ivan Garda, salah seorang pendiri Kanal Bola/Ist

Maraknya publik figur dari kalangan selebritas super kaya atau ‘crazy rich figure’ yang terjun ke dunia pengelolaan klub-klub sepak bola di Indonesia mendapat masukan kritis dari Kanal Bola.


"Kita tidak ingin fenomena para seleb ini menjadi keramaian sesaat,” kata Ivan Garda, seorang pendiri Kanal Bola dalam keterangannya, Senin (14/6).

Beberapa figur publik muda yang menunjukkan minatnya menceburkan diri dalam ‘kolam’ sepak bola Indonesia diantaranya putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangerap yang mengambil alih pengelolaan klub Liga 2 Persis Solo. 

Kaesang yang memiliki 40 persen saham menjabat direktur utama, berkolaborasi dengan Mahendra Agakhan Thohir, putra Menteri BUMN Erick Thohir dengan saham 20 persen yang menduduki posisi sebagai Presiden Komisaris Persis Solo. 

Adapun 30 persen saham dipegang pengusaha muda Kevin Nugroho dan 10 persen lain milik para pendiri dan 26 tim internal Persis.

Sementara itu, artis dan Youtuber Raffi Ahmad bersama pengusaha Randy Salim mengakuisisi klub Liga 2 Cilegon United, mengganti nama menjadi RANS FC, sesuai nama rumah produksi yang dimiliki Raffi dan istrinya Nagita Slavina, serta memindahkan home basenya ke Jakarta.

Ada juga cerita Muhammad Attamimi alias Ata Hallintar yang mengubah nama klub Liga 2 Putra Safin Group (PSG) Pati menjadi AHHA PS Pati. 

PSG sebelumnya dimiliki Wakil Bupati Pati Saiful Arifin dari Putra Sunan Giri Gresik.

Tak hanya level Liga 2, madu sepak bola Indonesia juga menarik minat Gading Marten yang membeli saham mayoritas Persikota Tangerang. Sebagai klub Liga 3, Persikota mencoba bangun dari tidur panjangnya.

Di kasta teratas, Gilang Widya Pramana, pengusaha muda berusia 32 tahun, memberikan angin segar bagi Arema FC setelah diangkat sebagai presiden baru tim berjuluk ‘Singo Edan’. 

Berjuluk ‘Crazy Rich Malang’, Gilang merupakan pemilik dari Juragan 99 Trans, yang bergerak di bidang transportasi darat. dan juga co-founder dari MS Glow For Men. 

Tak mau kalah, artis dan Youtuber lain, Baim Wong, memilih tidak mengelola klub, namun membuka peluang untuk mendanai alias menjadi sponsor kompetisi Liga 2 2021. 

Menurut Ivan Garda, tren seleb masuk industri sepak bola sebenarnya sesuatu yang menggembirakan, karena dunia bola Tanah Air menjadi semakin inklusif dan dinilai memiliki prospek bisnis menjanjikan.

“Semoga kehadiran mereka ini tidak coba-coba. Jangan sampai setelah nanti tahu bagaimana kerasnya industri bola Indonesia kemudian pada mundur teratur,” kata pria yang sehari-hari berprofesi sebagai advokat dan kurator itu.

Ivan memaparkan, sejarah kompetisi sepak bola Indonesia pernah ramai dengan masuknya pejudi, politisi, dan pengusaha yang memiliki klub sepak bola. 

Kalau sekarang ini marak dengan berkecimpungnya para pengusaha dari kalangan milenial, Ivan berharap hal itu bukan sebagai tren sporadis saja.

“Dari era Niac Mitra, Cahaya Kita, sampai kini kita masuk zaman Bali United, Persib, dan musim depan klubnya para seleb kaya raya itu, kita harus ingat muara sepak bola nasional adalah tim nasional. Percuma saja hingar binger di liga tapi jeblok di timnas,” seru dia.

Tak lupa, Ivan mengingatkan peringkat timnas Indonesia yang belum beranjak di posisi ke-173 FIFA, dan bahkan terancam bisa turun lagi setelah tiga pertandingan lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 di Dubai, baru-baru ini.

“Kita jangan terlena. Industri sepak bola yang meriah dengan masuknya makin banyak pebisnis baru tentu menjadi sinyal positif. Tapi, jangan lupakan orientasi untuk timnas. Federasi dan para pencinta sepak bola harus kawal ketat soal ini,” pungkas Ivan. []