Tuduhan Penistaan Agama Buddha Terhadap Roy Suryo Disesali

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo/Net
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo/Net

KESEJUKAN dan kedamaian yang selama ini meliputi kehidupan umat Buddha menjadi gaduh pro kontra akibat ketidaklaziman isi tuduhan dengan hakikat inti sari ajaran Buddha itu sendiri. 

Faktor yang menyesatkan opini itu dapat terlihat seakan konten kritikan terkait kenaikan tarif masuk Borobudur pada tweet Roy Suryo berdiri terpisah dari lampiran foto meme yang disertakannya dari cuitan netizen lainnya. Padahal itu sebenarnya satu kesatuan yang menjadi kaitan kicauan Roy Suryo. 

Dan meskipun sejak awal bagi para pengamat media sosial meyakini bahwa Roy Suryo yang tidak memiliki track record bernuansa SARA itu tak akan membuat meme seperti yang dituduhkan padanya. 

Namun akhirnya Roy Suryo ditetapkan sebagai tersangka dan tentu saja pihak pelapor merasa puas dan senang. Menurut ajaran Buddha Dharma  kesenangan yang diperoleh atas penderitaan orang yang tidak melakukan perbuatan seperti dituduhkan adalah termasuk karma yang buruk sekali.  

Anehnya setelah memuji penyidik atas penetapan tersangka tetapi tidak demikian ketika penyidik tidak menahan Roy Suryo. Bila suatu masalah telah diserahkan kepada pihak berwajib, sepatutnyalah kita sepenuhnya mempercayakannya. 

Kesan adanya semacam dendam kebencian semata pada Roy Suryo ketimbang isi tuduhan pada terlapor menjadi wacana publik juga pada akhirnya. Hal ini juga dapat terlihat dari upaya beberapa pihak agar masalah ini diselesaikan secara agamawi saja, tak mesti melulu diserahkan ke aparat Hukum. Salah satu alasan mendasar adalah kuatnya ajaran cinta kasih dan welas asih yang dianut umat Buddha.

Seorang warganet bernama Wawat Kurniawan melalui akun Twitter-nya malah mempertanyakan ada apa dengan pelapor yang merasa mewakili umat Buddha itu dengan Pak Jokowi? Kenapa mereka begitu tersinggung hingga harus menghukum Roy Suryo saat foto wajah Buddha dimiripkan dengan wajah Pak Jokowi? 

Lebih lanjut Wawat mempertanyakan apakah mereka begitu membenci Pak Jokowi ? Karena saat patung Buddha dibuat wajahnya mirip Gus Dur mereka suka cita. Tentu ini suatu dugaan atau tepatnya analisa yang cukup masuk akal namun perlu pembuktian lebih lanjut dan sepatutnya aparat penyidik bisa menelisik kebenaran dugaan sesungguhnya dibalik peng-kasus-an ahli telematika itu.

Memang perkembangan setelah penetapan Roy Suryo sebagai tersangka, muncul berbagai reaksi publik termasuk kalangan umat Buddha itu sendiri baik ke atas permukaan medsos khususnya maupun dibaliknya. 

Keanehan cara melapor terhadap foto meme itu yang umumnya dirasa janggal oleh banyak pihak, karena narasi Roy Suryo jelas meski semacam bahasa satire tapi ikut mengkritik kenaikan tarif masuk Candi Borobudur itu.

Selain bukan pembuat meme foto itu, Roy bahkan telah meminta maaf karena memakainya sebagai info pijakan narasinya. Dalam perspektif awam biasanya umat Buddha dikenal 'kalem' menghadapi berbagai nada negatif dan bahkan dikenal memiliki sifat-sifat welas asih yang besar pada sesama bahkan pada mahkluk hidup lainnya.

Maka tidaklah mengherankan pula bila suatu saat Mpu Jaya Suprana akan meralat pujian welas asihnya Kevin Wu sebagai umat Buddha yang dihormatinya. Sungguh sebuah ironi yang memilukan hati bila ini menjadi sebuah kemunduran moralitas ajaran Buddha pada setiap umatnya. 

Agama Buddha telah tumbuh dan berkembang secara sejuk dan damai di bumi Pertiwi ini, saudara besar umat Muslim kita dari desa-desa terpencil, kota-kota hingga ke istana-istana negara di mana para pemimpin sejak berdirinya NKRI senantiasa mengenal umat agama Buddha tak pernah membuat masalah di negeri ini atas nama agamanya. Rekam jejak ini tentu sangat membahagiakan umat Buddha khususnya.

Sehingga munculnya kasus pelaporan mengatasnamakan 'ketersinggungan' umat Buddha patut pula ditelaah lebih jauh dan lebih dalam kebenarannya. Bahwa ternyata ada 'statue' Buddha yang dibuat wajahnya mirip Gus Dur tak pernah menjadi polemik apapun. 

Pada akhirnya jauh lebih banyak kalangan yang menyesali munculnya tuduhan penistaan agama Buddha terhadap Roy Suryo ini kiranya dapat menjadi bahan pertimbangan untuk menghentikan perkara pelaporan ini meski telah sebagai tersangka untuk memperkuat kesejukan sesama antar umat beragama Indonesia yang baik dan penuh toleransi.[]

Penulis adalah pemerhati sosial politik