Urus SIKM Tahun Ini Diklaim Lebih Mudah, Bisa via Kelurahan atau Aplikasi

Warga menunjukkan SIKM DKI Jakarta/Foto: Antara
Warga menunjukkan SIKM DKI Jakarta/Foto: Antara

Untuk mengendalikan penduduk selama periode larangan mudik yang berlaku mulai tanggal 6-17 Mei mendatang, Pemprov DKI Jakarta bakal menerapkan kebijakan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM).


Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan pengurusan SIKM kali ini akan jauh lebih mudah ketimbang tahun lalu.

"Kalau dulu melalui Provinsi, nanti melalui kelurahan. Lebih mudah, lebih cepat, lebih dekat untuk dilakukan verifikasi," ungkap Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (4/5).

Pria yang akrab disapa Ariza itu menjelaskan, pengurusan SIKM tahun ini akan lebih mudah lantaran selain dapat diurus di kelurahan sesuai domisili pemohon, saat ini juga sudah ada aplikasi yang disiapkan Pemprov untuk mengurus surat itu.

Orang nomor dua di Jakarta itu meyakini kelurahan tak akan kewalahan lantaran hingga H-2 larangan mudik aturan terkait SIKM belum juga dikeluarkan.

Ia mengklaim Pemprov DKI telah menyosialisasikan perihal SIKM ke kelurahan.

"Sudah ada aplikasinya. Semua (lurah) sudah tahu," tandasnya.

Proses pengajuan SIKM bisa melalui aplikasi JakEVO atau jakevo.jakarta.go.id. Pemohon yang bisa mengajukan SIKM hanya diperkenankan untuk lima kategori.

Pertama adalah kunjungan keluarga karena sakit. Kedua, kunjungan duka anggota keluarga yang meninggal. Ketiga, untuk ibu hamil atau bersalin. Keempat, pendamping ibu hamil hanya boleh satu orang dan terakhir pendamping persalinan maksimal dua orang.

Proses pengajuan SIKM secara umum sama seperti tahun lalu. Perbedaannya hanya pada verifikasi berkas itu dilakukan di tingkat kelurahan, dari sebelumnya tingkat provinsi. []