Usai Jalani Perawatan Medis, Polisi Tahan Suami yang Bunuh Anak dan Istri di Serang

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Shinto Silitonga/Ist
Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Shinto Silitonga/Ist

Polisi memastikan kondisi perawatan SA (44) pelaku pembunuhan terhadap istri TJ (43) dan anaknya yang berusia 9 tahun  dalam keadaan membaik.


SA nekat menghabisi nyawa istri dan anaknya pada Jumat (8/4). Bahkan ia nekat bunuh diri dengan menyayat urat nadi tangan kiri saat hendak ditangkap polisi. 

"Setelah 4 hari menjalani perawatan sejak Jumat (8/4) lalu, kondisi SA (44), pelaku pembunuhan berangsur membaik, apalagi pasca operasi terhadap luka pada pergelangan tangan kirinya pada Sabtu (9/4) lalu," kata Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Shinto Silitonga dalam keterangan tertulis, Selasa (12/4). 

Keadaan kesehatan yang berangsur membaik, SA pun dibawa ke rumah tahanan oleh penyidik pada Senin (11/4) petang kemarin. 

"Penyidik Satreskrim Polres Serang telah berkoordinasi dengan dokter di RSUD Drajat Prawiranegara dan membawa pelaku ke rumah tahanan Polres Serang pada Senin (11/4) sekitar pukul 17.00 WIB," kata Shinto. 

Saat diperiksa oleh penyidik, SA nampaknya belum pulih keadaan psikisnya. Pemeriksaan pun sementara ditunda untuk beberapa waktu. 

"Penyidik telah meminta keterangan awal kepada SA dengan status sebagai tersangka, pemeriksaan awal selama sekitar 1 jam belum berjalan optimal karena kondisi psikis tersangka belum normal sehingga pemeriksaan dihentikan sementara," kata Shinto. 

Seperti diketahui sebelumnya, SA nekat membunuh anak dan istrinya pada Jumat minggu lalu 

“Awalnya pada Jumat (8/4) sekitar pukul 01.30 WIB, SA diketahui hendak membunuh istri dan dua anaknya. Pelaku juga sempat mencoba bunuh diri dengan mengambil pisau dapur dari rumah saudaranya untuk melukai tangannya, namun gagal,” kata Kapolres Serang AKBP Yudha Satria dalam keterangannya, Sabtu (9/4). 

Saat pelaku melakukan, percobaan bunuh diri, salah satu anaknya yang berusia 15 tahun berlari keluar rumah untuk meminta pertolongan warga. 

Warga yang mengetahui kejadian itu langsung mengecek ke dalam rumah pelaku. 

Di dalam rumah warga menemukan istri dan salah satu anak pelaku yang berusia 9 tahun dalam keadaan tidak bernyawa dengan kondisi berlumur darah.  

Hasil penyelidikan sejauh ini, SA tega membunuh istri dan anaknya dengan menyayat leher dan tangan menggunakan pisau. 

Atas perbuatannya, SA dijerat Pasal 44 ayat (3) UU No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT) dengan ancaman pidana 15 tahun penjara atau denda Rp45 juta dilapis dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan.[]