Wali Kota Jakbar Cek Rapid Test Antigen Penumpang Di Terminal Kalideres

Uus Kuswanto/Ist
Uus Kuswanto/Ist

Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto mengecek protokol kesehatan para penumpang di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (20/1).


Di lokasi, Uus melihat langsung para penumpang yang hendak berpergian ke luar kota melaksanakan swab antigen secara acak di posko-posko yang telah disiapkan di terminal.

"Dengan melakukan tes rapid antigen, saat ini Terminal Kalideres sudah melakukan upaya untuk meminimalisir terjadinya penularan atau memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di area umum," kata Uus kepada wartawan.

Para penumpang yang menjalani rapid antigen akan masuk ke dalam bilik, setelah diperiksa oleh petugas hasilnya pun keluar.

Di sisi lain, kegiatan rapid antigen ini juga dilakukan agar masyarakat mengerti dan sadar dengan terus menerapkan protokol kesehatan.

Sebab, bahaya Covid-19 ini masih nyata dan ada.

"Jadi kegiatan ini dalam rangka memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa dalam kegiatan apapun termasuk pada saat akan bepergian ke luar kota maupun di dalam kota terkait masalah prokes menjadi kunci untuk kita perhatikan," kata Uus.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi memperketat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai Senin (11/1) hingga 25 Januari seiring dengan meroketnya kasus Covid-19 di Ibukota.

Keputusan untuk memperketat kembali masa PSBB tertuang dalam Keputusan Gubernur No. 19/2021 dan Peraturan Gubernur No. 3/2021.

Anies berharap, kebijakan pengetatan ini dapat efektif menurunkan angka kasus positif Covid-19 di Jakarta. Terlebih, beberapa bulan ke depan tidak ada libur panjang.

Terdapat 10 poin aturan yang akan diterapkan dalam pengetatan kali ini.  Berikut selengkapnya:

1. Tempat kerja melakukan 75 persen berkerja dari rumah atau Work From Home;

2. Proses belajar mengajar masih dilakukan secara jarak jauh;

3. Sektor esensial bisa berjalan 100 persen dengan protokol kesehatan ketat. Sektor esensial itu mulai dari, kesehatan, keuangan, hingga perbankan;

4. Sektor konstruksi bisa berjalan 100 persen dengan prokes ketat;

5. Pusat perbelanjaan kita lanjutkan beroperasi sampai pukul 19.00;

6. Restoran hanya boleh menerima dine-in sampai pukul 19.00 dengan kapasitas 25 persen. Namun, boleh take away 24 jam atau sesuai jam operasional;

7. Tempat ibadah tetap diberi batasan kapasitas 50 persen;

8. Fasilitas umum dan semua kegiatan sosial budaya sementara ini dihentikan;

9. Fasilitas kesehatan bisa tetap berjalan 100 persen engan protokol kesehatan;

10. Transportasi umum seperti selama ini berjalan, yaitu dengan pembatasan kapasitas. Jam operasional kendaraan umum hingga pukul 20.00 WIB. []