Walkot Jakpus Minta Anak Buah Amalkan Anti Korupsi Sejak Dalam Pikiran

Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Dhany Sukma/Ist
Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Dhany Sukma/Ist

Jajaran Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat diminta menanamkan budaya anti korupsi ke dalam pikiran dan intuitif.


Hal ini diungkapkan Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Dhany Sukma, saat menghadiri puncak acara Festival Anti Korupsi bersama dengan Inspektur Provinsi DKI Jakarta, Syaefulloh Hidayat, di Pos Bloc, Rabu (23/11).

Menurut Dhany, korupsi merupakan kejahatan yang sangat besar bagi bangsa dan negara. Sehingga melalui kegiatan hari anti korupsi ini kita menanamkan secara ontologi bahwa anti korupsi itu ada di dalam pikiran kita secara intuitif. Sehingga, kedepannya anti korupsi ini melekat kedalam perilaku.

“Jadi anti korupsi ini melekat tidak hanya berdasarkan aturan saja tetapi dalam perilaku kita harus dipegang teguh untuk menjaga integritas. Anti korupsi ini harus diamalkan bukan hanya orang per orang tapi secara keseluruhan,” jelasnya.

Selain itu, Dhany juga menyampaikan persoalan korupsi ada kaitannya dengan etika sosial. Terjadinya korupsi dipengaruhi sikap permisif yang ada di masyarakat terhadap korupsi begitupun dengan organisasi. 

Sehingga ketika ingin membumikan nilai-nilai integritas budaya anti korupsi harus memiliki komitmen bersama bahwa korupsi merupakan musuh bersama yang harus diatasi bersama-sama.

“Melalui kegiatan ini diharapkan sudin, suban, camat, lurah harus ikut terlibat memerangi korupsi. Apalagi kita diatur dengan PP 94 tentang disiplin pegawai. Ada kewajiban umum, kewajiban ada larangan, di situ juga ada konsekuensi ketika itu dilanggar,” tegasnya.[]