Walubi dan Suksesi

Ketua Umum  Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Hartati Murdaya/Net
Ketua Umum Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Hartati Murdaya/Net

UNGKAPAN "seburuk-buruknya negeri sendiri adalah tempat kelahiran terbaik" mungkin tepat sebagai gambaran untuk organisasi yang mempresentasikan Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) sebagai mitra pemerintah dan lembaga-lembaga keagamaan lainnya.


Walubi, sejak berdirinya 41 tahun lalu telah melewati masa-masa pengabdian yang panjang dan penuh dinamika romantika.

Organisasi bernafas fatwa keagamaan Buddha yang berciri khas ajaran jalan tengah berunsur delapan itu telah mewarnai tugas-tugas Walubi di tengah warna- warni aliran sekte dan majelis di dalam keanggotaannya.

Setara dengan kemitraan organisasi keagamaan lainnya seperti MUI, PGI, KWI dan PHDI, maka Walubi senantiasa telah menunjukan dedikasi dan pengabdiannya bagi perkembangan dan pembinaan umat Buddha di Tanah Air secara sejuk atas dasar saling pengertian dan kesadaran atas tugas-tugas peran sertanya itu. 

Maka ketika kini memasuki masa kemajuan dunia komunikasi publik yang demikian deras dan luas adalah sangat penting untuk mengevaluasi dan melakukan suksesi secara demokrasi, transparan dan prioritas program kepemimpinan. 

Ketua Umum Upasika Siti Hartati Murdaya selama lebih dari 20 tahun kepemimpinan telah sangat berhasil membawa citra welas asih Buddha melalui implementasi gerakan kemanusiaan yang luar biasa hampir di seluruh titik kesulitan rakyat jelata, khususnya terkait pengobatan massal, termasuk operasi lapangan dan bakti sosial pembagian sembako serta prasarana lingkungan. 

Tak pelak lagi banyak apresiasi diberikan oleh berbagai pihak mitra kerjasama seperti instansi TNI ketiga angkatan, Polri, PMI, dan LSM kemanusiaan lainnya, termasuk Yayasan Buddha Tzu Chi di masa-masa awal aktivitasnya. 

Maka dengan rekam jejak mulia seperti ini tak pelak lagi menjadi model karakter kepemimpinan yang akan datang sebagai pemegang tongkat estafet kepemimpinan Walubi yang mumpuni. 

Untuk itu Ketum Hartati Murdaya pasti akan mempunyai 'formula' suksesi seperti pengurus yang telah teruji  dedikasinya pada tingkat DPD selama ini, khususnya dalam menerapkan tugas-tugas pokok DPP. 

Kemudian tentu saja rekam jejak kepada berbagai pihak dan kemampuan membangun keharmonisan dengan banyak kalangan pemuka masyarakat. 

Dan tidak kalah pentingnya memiliki kecakapan memahami perbedaan mazab di antara anggota majelis dalam Walubi.

Pentingnya langkah suksesi Walubi ini juga dikarenakan berdirinya organisasi bernama Permabudhi yang tentunya akan menjadi sensasi tersendiri dalam upayanya menjadi mitra pemerintah pula yang notabene tentu telah mengesampingkan peran bersama ketika masih bersama-sama sebagai organ Walubi.

Oleh karena itu, tanpa harus mengabaikan kehadiran Permabudhi, kiranya suksesi Walubi akan menjadi puncak suksesnya kontribusi dan dedikasi kepemimpinan Ketum Siti Hartati Murdaya. 

Tentunya semua berpulang pada jadwal kesepakatan internal Walubi sejauh urgensi tantangan terhadap tongkat suksesi kepemimpian yang berkelanjutan sebagai mitra tangguh pemerintah dan masyarakat Buddha Indonesia khususnya. [] 

Adian Radiatus

Pemerhati sosial dan politik