Warga Keluhkan Pergantian Nama Jalan Madrasah II di Kebon Jeruk

Plang Syekh Abd Karim bin Asfan/RMOLJakarta
Plang Syekh Abd Karim bin Asfan/RMOLJakarta

Pengurus RT 03, RW 02 di wilayah Kelurahan Sukabumi Utara, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat kurang setuju dengan pergantian nama Jalan Madrasah II menjadi Jalan Syekh Abdul Karim Bin Asfan.


Warga merasa khawatir karena harus mengganti alamat dalam surat-surat kependudukan seperti, KTP, SIM, STNK, Surat Tanah, hingga izin usaha atau TDUP bila memiliki usaha. 

"Pertama memang Jalan Madrasah 2 punya nilai sejarah, kedua mengenai administrasi surat-menyurat dll," kata Marwah pengurus RT 03/RW 02 saat ditemui Kantor Berita RMOLJakarta, Jumat (24/6). 

Menurut Marwah, pihaknya belum mendapat informasi dan sosialisasi secara menyeluruh soal pergantian nama tersebut. 

"Saya sekretaris kebetulan RT kami sedang sakit, sosialisasi sudah ada tapi hanya libatkan pengurus RT dan RW, adapun masyarakat hanya 1 dan 2 orang yang dilibatkan. Kami diberi tugas untuk mensosialisasikan ke masyarakat dan itu sudah kami lakukan dan masyarakat bersih keras (menolak)," kata Marwah. 

Dalam waktu dekat, pihak Pemerintah Kota Jakarta Barat sendiri akan menggelar pertemuan dengan stakeholder terkait untuk kembali mensosialisasikan pergantian nama jalan. 

Besar harapan Marwah, penolakan ini tidak meluas menjadi konflik, dan Pemerintah Kota Jakarta Barat mau duduk bersama serta mendengar usulan dari warga. 

"Harapan saya semua bisa dibicarakan dengan baik, tidak ada konflik," kata Marwah. 

Seperti diketahui sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengganti sejumlah nama jalan di wilayah Jakarta dengan nama tokoh Betawi. Salah satu yang diganti adalah Jalan Madrasah II menjadi Jalan Syech Abdul Karim Bin Asfan.[]