Yasonna Bentuk Lima Tim Tangani Kebakaran di Lapas Tangerang

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan Laoly meninjau lokasi kebakaran di Lapas Klas 1 Tangerang/Ist
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan Laoly meninjau lokasi kebakaran di Lapas Klas 1 Tangerang/Ist

Kementerian Hukum dan HAM membentuk lima tim untuk membantu penanganan kasus kebakaran di Lapas Kelas 1 Tangerang, Banten, yang menewaskan 41 warga binaan pemasyarakatan.


Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan Laoly mengatakan, tim yang komandoi Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) ini akan memiliki tugas masing-masing dalam penanganan kasus kebakaran di Lapas Kelas 1 Tangerang.

Yasonna mengatakan, tim pertama bertugas mengidentifikasi dan bekerja sama dengan Inafis Polri untuk identifikasi jenazah dipimpin oleh Direktur Binapi.

"Tim dua bertugas pemulasaraan, pemakaman, pengantaran jenazah. Tentu setelah tim satu bekerja," kata Yasonna di Lapas Tangerang, Rabu (8/9).

Saat ini jenazah warga binaan pemasyarakatan di RSUD Kabupaten Tangerang untuk penanganan medis, kemudian akan membawa korban kebakaran itu ke RS Polri.

Berikutnya, tim ketiga adalah pemulihan bagi keluarga narapidana. Dalam hal ini, Menkumham sudah meminta kepada Dirjen untuk menyiapkan dana santunan sebagai uang duka kepada keluarga korban.

Tim keempat, lanjut dia, bertugas melakukan koordinasi dengan semua pihak, mulai kepolisian, TNI, Inafis, Pemkot Tangerang, dan pemangku kepentingan lainnya dalam penanganan ini.

"Tim kelima adalah humas yang akan menyampaikan informasi perkembangan penanganan kasus ini," kata Yasonna.

Seperti diketahui, sebanyak 41 orang narapidana meninggal dunia akibat kebakaran yang terjadi di Blok C Lapas Kelas 1 Tangerang, Banten, Rabu (8/9).

Jumlah korban jiwa ini turut dikonfirmasi oleh Menkumham Yasonna Laoly usai meninjau lokasi kebakaran. 

"Korban yang kami temukan yang selamat 81, yang meninggal 40 di tempat, satu meninggal saat on the way ke rumah sakit," kata Yasonna. []